Tentukan kondisi sideways yang bisa ditradingkan

3 Strategi Profit Dalam Trading Forex

Posted by

Swing Trading, Strategi Trading Ideal Untuk Trader Ritel

Salah satu dari banyak alasan mengapa trading mata uang asing tetap atraktif bagi trader forex ritel, baik yang baru maupun lama, adalah karena volatilitasnya yang tinggi dengan ayunan harga (price swings) yang sering mengguncang. Pasar yang volatile menyediakan lebih banyak kesempatan untuk mengeksekusi trading yang bagus dan menguntungkan, asalkan seseorang bisa mengidentifikasi dan memilih perubahan arah yang benar dalam harga, tepat saat perubahan itu terjadi.

Idenya adalah untuk menangkap sebuah trend yang sedang berubah ketika hal itu mulai terjadi, dan menunggangi tren baru itu selama masih berlangsung di arah yang lain. Singkat kata, Anda pada prakteknya akan “berayun” dari satu arah ke arah lainnya (swinging) seiring trend bergeser dari upswing ke downswing, atau dari downswing ke upswing.

Beberapa trader telah berulangkali mencoba mengembangkan sebuah strategi trading yang diharapkan bisa meraup keuntungan dari price swing yang dihasilkan oleh volatilitas pasar. Mereka menginginkan sebuah strategi yang bisa memberikan return secara substansial dan konsisten. Dan, mereka menyebut strategi-strategi semacam itu sebagai ‘swing trading’. Strategi-strategi swing trading mulai bermunculan, tetapi tak ada satupun diantaranya yang membuahkan hasil seperti yang diharapkan.
Kesuksesan pada strategi swing trading sesungguhnya bergantung pada kepemilikan metode yang solid dan teruji untuk memilih perubahan arah dalam pergerakan harga. Sayangnya, hal inilah yang disebut-sebut sebagai ‘holy grail’ dalam trading forex dan selama berdekade-dekade tetap sukar diperoleh. Semua orang sudah mencarinya, tetapi tanpa mencapai sukses dalam pencarian itu. Para trader hanya bisa berharap mereka memiliki sebuah strategi atau tool yang bisa memprediksi pergeseran dalam harga-harga sebelum pergeseran itu terjadi dan dengan akurasi yang sangat tinggi. Sayangnya lagi, yang seperti itu tidak ada – setidaknya, belum ada untuk saat ini. Dan menurut saya, mereka tidak akan pernah mendapatkannya, karena mereka mencarinya di tempat yang salah.
Pertama-tama, sebagian besar strategi swing trading yang telah dipublikasikan sejauh ini menggunakan satu atau lebih tools analisa teknikal standar yang telah dikembangkan -baik sebagai tools yang berdiri sendiri maupun dengan kombinasi beberapa tools- untuk memprediksi arah pergerakan harga masa depan. Semua orang tahu bahwa tools dan studi-studi teknikal tersebut dikalkulasikan dari pergerakan harga sebelumnya untuk memperkirakan arah pergerakan harga mendatang -sebuah metodologi yang telah dibuktikan tak efektif oleh banyaknya kerugian yang ditanggu trader-trader pengguna strategi-strategi tersebut.
Orang cenderung lupa akan fakta bahawa harga bagi komoditas atau aset finansial manapun hanyalah refleksi dari sentimen kolektif yang dirasakan oleh mayoritas pemain di pasar pada suatu waktu. Contohnya, jika sentimen yang mendasari mereka tentang sebuah komoditas atau aset finansial adalah bullish, maka mereka ramai-ramai melakukan buy dan mendorong harga naik. Sebaliknya, jika mereka bearish, maka mereka berlomba-lomba sell dan menekan harga turun. Inilah pergeseran sentimen mayoritas yang mana kita perlu peka padanya karena mengindikasikan kemungkinan perubahan tren dalam jangka pendek.
Masalahnya, bisakah kita mengukur sentimen yang mendasari pandangan mayoritas pemain pasar pada suatu waktu tertentu? Jawaban jujurnya adalah tidak. Namun demikian, kita bisa segera mendapat peringatan akan pergeseran sentimen ini dengan menggunakan formasi chart candlestick Jepang. Dengan candlestick, Anda bisa dengan mudah menyimpulkan kekuatan atau kelemahan pada setiap pergerakan harga berkat panjang, luas, dan warna masing-masing candlestick. Candlestick bahkan bisa memberitahu Anda kapan harus keluar dan menyingkir dari pasar. Sungguh luar biasa, apalagi yang perlu Anda butuhkan hanyalah menyisihkan sedikit waktu untuk memahami formasi-formasi candlestick dan pesan apa yang disampaikan oleh setiap formasi kepada Anda.
Nah, sekarang, inilah tips terbaik untuk Anda. Jika Anda menggunakan candlestick bersama dengan garis-garis resisten dan support, Anda tidak akan tersesat – dan tidak perlu menduga-duga jalan yang harus ditempuh. Cukup memperhatikan pergeseran sentimen yang direfleksikan oleh formasi candlestick yang terbentuk atau terjadi bertepatan dengan garis support/resisten penting -utamanya yang kelihatan menonjol- pada level-level rendah atau tinggi secara historis. Dengan akurasi yang sangat besar, pasar kemungkinan akan ‘tersedak’ atau meloncat lebih tinggi dari titik itu.
Intinya adalah, tak ada alat yang lebih baik untuk memformulasikan strategi swing trading yang menguntungkan, selain dengan candlestick yang dipakai bersama garis-garis support dan resisten.

Tips Trading Pada Kondisi Sideways

Pasar forex sering kali bergerak sideways atau bergerak dalam range (ranging) setelah trending. Namun demikian tidak semua kondisi sideways selalu sama, ada yang bisa ditradingkan dan ada yang harus dihindari. Berikut ini beberapa tip jika Anda ingin trading pada kondisi sideways:

1. Tentukan kondisi sideways yang bisa ditradingkan
Kondisi sideways bisa ditradingkan jika dibatasi oleh range harga yang jelas. Dalam hal ini harga berosilasi atau bergerak didalam range yang tetap diantara level support dan resistance horisontal. Untuk mengetahui apakah kondisi sideways layak ditradingkan atau tidak bisa dilihat dengan melakukan ‘zoom out’, atau melihat pergerakan harga pada time frame yang lebih tinggi. Apakah pasar tampak jelas bergerak trending, baik uptrend atau downtrend? Jika tidak tampak trending maka bergerak sideways. Jika sideways maka tentukan apakah bergerak dalam range yang jelas atau bergerak seperti sideways tetapi tidak beraturan (choppy). Berikut contoh kondisi sideways dengan range trading yang jelas:

Tentukan kondisi sideways yang bisa ditradingkan
Tentukan kondisi sideways yang bisa ditradingkan

Tampak pada chart diatas trading range yang jelas diantara level resistance kunci (key resistance) dan level support kunci (key support). Level-level tersebut merupakan patokan untuk entry dan exit serta tempat kita melihat kemungkinan adanya sinyal trading yang valid. Dengan range yang jelas kita juga bisa menentukan risk/reward ratio yang memadai karena kemungkinan pergerakan harga dari level support ke resistance dan sebaliknya cukup besar.

2. Kondisi yang sedang ‘choppy’ tidak layak untuk ditradingkan
Pergerakan harga yang choppy, yaitu sideways tetapi tidak beraturan disebabkan oleh pasar yang sedang berkonsolidasi  dimana para pelaku sedang saling menunggu. Kondisi pasar seperti ini tidak layak untuk ditradingkan karena bar candlestick bergerak tidak menentu sehingga kita sulit menetapkan risk/reward ratio yang memadai. Berikut ini contoh kondisi choppy setelah harga bergerak downtrend dengan kuat:

Kondisi yang sedang ‘choppy’ tidak layak untuk ditradingkan
Kondisi yang sedang ‘choppy’ tidak layak untuk ditradingkan

Perhatikan bahwa pergerakan harga tidak menentu dan tidak bergerak dalam range yang jelas, kurva exponential moving average (ema) 8 dan ema 21 juga saling berdekatan dan cenderung bergerak datar. Sinyal trading yang timbul pada keadaan choppy biasanya tidak valid. Jika kondisi pasar seperti itu sebaiknya tidak entry, tunggu pergerakan harga kembali trending atau tetap sideways tetapi membentuk range yang jelas.

3.Metode trading pada kondisi sideways

Metode trading pada kondisi sideways
Metode trading pada kondisi sideways


Jika kondisi sideways disertai dengan range yang jelas, biasanya metode trading yang digunakan adalah false break entry atau entry ketika harga gagal menembus level resistance atau support seperti pada contoh berikut ini:

 

Sinyal untuk entry biasanya berupa pin bar atau pin bar berekor panjang yang mengalami rejection (penolakan) oleh level resistance atau support, dan menunjukkan kondisi false break. Selain itu sinyal entry bisa juga berupa formasi price action tertentu seperti engulfing candle (bearish atau bullish engulfing). Dengan menentukan stop loss pada level tertinggi atau terendah pin bar, dan target pada level support atau resistance, maka kita bisa trading dengan risk/reward ratio yang memadai.

Menggunakan Teknik Confluence Untuk Mendulang Profit

Teknik ini sebenarnya sudah umum dipakai oleh para trader professional. Namun sepertinya teknik ini masih jadi rahasia bagi para pemula. Confluence secara gampangnya diartikan suatu kondisi yang dibarengi dengan terjadinya situasi-situasi lain yang mendukung penguatan kondisi tersebut.
Misalkan terjadi suatu kondisi tren, disaat sekarang terjadi juga suatu perpotongan dengan suatu setup MA, dan seterusnya. Nah, hal tersebut dapat kita pahami sebagai suatu Confluence.

Menentukan Sebuah Kondisi Confluence Sebagai Suatu Peluang

Karena banyak trader pemula yang belum mengetahui teknik ini, maka saya akan coba sampaikan dengan contoh yang sudah saya pakai selama ini. Teknik ini sebenarnya bisa saja diaplikasikan ke segala konsep trading yang akan atau telah anda pakai. Bahkan hal ini mungkin bisa anda gunakan sebagai pijakan untuk menjadi lebih profitable seperti para trader professional pada umumnya.
1. Kita pakai aturan dasar yang umum dipakai di dunia forex “trend is your friend”. Saya harus menemukan kondisi ini sebagai dasar teknik Confluence. Dalam hal ini suatu uptrend.

2. Di saat yang bersamaan, harga retrace dari suatu new high ke suatu area support kunci.

3. Ada dukungan dari candlestick pattern. Sebuah pin bar terbentuk untuk menguatkan posisi support kunci. Kita tahu bahwa probabilitas pin bar cukup dapat diandalkan bukan?

4. Support dinamis dari suatu indicator MA muncul di saat yang bersamaan. Kebetulan saya masih harus menggunakan indicator untuk memantabkan teknik Confluence.

5. Setelah kondisi dan situasi terjadi di depan mata, maka saya siap untuk membuka posisi buy.

 

Confluence Komplit = Jaminan Profit

Dengan semakin banyak suatu situasi yang terjadi secara bersamaan dalam suatu kondisi Confluence apakah ini menjamin kita pasti mendapatkan profit di dalamnya? Apakah menggunakan 5 situasi yang terjadi bersamaan dan saling mendukung, memberikan jaminan untuk selalu profit? Saya jawab..tidak juga. Anda masih juga bisa merasakan loss.
Jadi apa nilai lebih teknik ini? Teknik ini akan lebih memudahkan anda untuk lebih tertata dalam bertrading. Dengan begitu anda akan lebih terlatih untuk bersabar dalam menunggu suatu kondisi (apalagi kalau anda menggunakan 4-5 situasi sebagai syarat untuk menunggu confluence terjadi). Saya sampaikan suatu perumpamaan yang akan juga mendukung kinerja anda dalam berkarir sebagai seorang trader. Berpikirlah seperti sebuah bisnis casino. Bisnis ini tidak setiap saat dalam pergerakan hariannya selalu untung. Namun mereka melihat bisnis tersebut dalam hitungan tahun. Setiap akhir tahun mereka selalu membukukan keuntungan. Bisnis ini bukanlah sebuah perlombaan lari sprint namun sebuah lomba lari marathon.
Semoga sukses
Artikel By : http://www.seputarforex.com/artikel/forex/strategi-trading/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *