Faktor Yang Mempengaruhi Nilai Tukar Mata Uang

Posted by

Uang adalah alat pembayaran yang sah dalam artian dapat diterima, dipercaya dan disukai oleh masyarakat yang digunakan dalam transaksi ekonomi.  Dewasa ini, uang diterbitkan oleh bank sentral yang merupakan lembaga keuangan bank yang menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam mengatur lalu lintas ekonomi.

 

Pengertian Nilai Tukar

Nilai tukar atau dikenal pula sebagai kurs dalam keuangan adalah sebuah perjanjianyang dikenal sebagai nilai tukar mata uang terhadap pembayaran saat kini atau di kemudian hari, antara dua mata uang masing-masing negara atau wilayah.

Dalam sistem pertukaran dinyatakan oleh yang pernyataan besaran jumlah unit yaitu “mata uang” (atau “harga mata uang” atau “sarian mata uang”) yang dapat dibeli dari 1 penggalan “unit mata uang” (disebut pula sebagai “dasar mata uang”). sebagai contoh, dalam penggalan disebutkan bahwa kurs EUR-USD adalah 1,4320 (1,4320 USD per EUR) yang berarti bahwa penggalan mata uang adalah dalam USD dengan penggunaan penggalan nilai dasar tukar mata uang adalah EUR.

Faktor-faktor yang menyebabkan menurunya atau meningkatnya nilai tukar adalah sebagai berikut :

  1. Permintaan atas mata uang tersebut di dunia nasional.

Semakin banyaknya permintaan terhadap suatu mata uang, maka nilai mata uang tersebut akan semakin naik, sebagai contoh, sekarang ini nilai tukar rupiah terhadap dolar melemah, ini karena jumlah permintaan uang dolar (USD)  lebih banyak dibanding dengan jumlah permintaan rupiah, karena sebagaimana kita tau, Amerika serikat dan negara-negara lain yang melakukan export-import dengan jenis uang transaksi yaitu dollar, maka secara otomatis nilai dollar (USD) akan naik seiring dengan banyaknya transaksi tersebut.

 

  1. Tingkat Inflasi

Inflasi adalah penurunan nilai mata uang. Sebenarnya tidak semua inflasi buruk, inflasi pada tingkat rendah atau ringan justru meningkatkan pendapatan nasional dan membuat perekonomian lebih baik, karena membuat orang-orang lebih bergairah untuk menabung dan berinvestasi.

Tapi tingkat inflasi yg sudah berada pada tingkat menengah apalagi tinggi (hiper-inflasi) inilah yg merugikan bagi perekonomian nasional. Biaya hidup menjadi mahal.

 

  1. Tingkat Suku bunga

suku bunga adalah pembayaran bunga tahunan dari suatu pinjaman, dalam bentuk persentase dari pinjaman yang diperoleh dari jumlah bunga yang diterima tiap tahun dibagi dengan jumlah pinjaman.

 

Semakin tinggi tingkat suku bunga maka akan memicu semakin tingginya tingkat inflasi, nilai mata uang akan merosot atau melemah. Oleh karena itu dalam kondisi ekonomi yg tidak stabil, bank sentral punya kebijakan untuk mengendalikan tingkat suku bunga.

  1. Jumlah Uang yang beredar

Semakin banyak uang yg beredar maka akan memicu semakin dalamnya inflasi atau penurunan nilai mata uang. Bank sentral harus mengendalikan uang yg beredar di masyarakat.

  1. Cadangan Devisa

CadanganDevisa adalah simpanan mata uang asing oleh bank sentral dan otoritas moneter. Simpanan ini merupakan asset bank sentral yang tersimpan dalam beberapa mata uang cadangan (reserve currency) seperti dolar, euro, atau yen, dan digunakan untuk menjamin kewajibannya, yaitu mata uang lokal yang diterbitkan, dan cadangan berbagai bank yang disimpan di bank sentral oleh pemerintah atau lembaga keuangan.

Cadangan devisa yg mencukupi bisa menangkal terjadinya inflasi. Jika pendapatan negara meningkat atau bahkan surplus, maka nilai mata uang menjadi stabil atau bahkan menguat.

  1. Export Bersih

Volume ekspor bersih yang memadai juga menjaga perekonomian negara dari ancaman inflasi

Semakin banyak barang yg dijual ke luar negeri maka pendapatan negara (devisa) semakin meningkat. Tapi sebaliknya jika volume impor yg lebih banyak maka lebih banyak uang yg keluar ke negara lain, sehingga nilai uang di dalam negeri melemah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *